TRANSFER BANK

TRANSFER BANK

JASA PENGIRIMAN

JASA PENGIRIMAN

ABOUT ME

Foto Saya
www.bumibarokah.com
Pamekasan, Jawa Timur, Indonesia
Kami merupakan salah satu dari beberapa Toko Online yang beralamat di Jl. Sumber kembar Dsn. Bungbaruh Ds. Kertagena Daya Kec. Kadur Kab. Pamekasan Madura Jawa Timur 69355 yang siap melayani pemesanan online/offline dengan mengedepankan kepuasan CUSTOMER dan menjunjung tinggi nilai-nilai SYARI'AH, insya Allah.
Lihat profil lengkapku

Selamat Datang di Toko Online BUMI BAROKAH

Kami merupakan salah satu agen resmi berbagai macam produk Batik Madura BERKUALITAS dengan harga TERJANGKAU. Anda tidak perlu keluar jauh-jauh pergi ke toko hanya untuk keperluan membeli baju dll. Semuanya dapat anda lakukan dengan mudah hanya dari depan komputer, tanpa harus membuang waktu dan menguras tenaga yang semestinya waktu dan tenaga anda masih dapat anda manfaatkan untuk kepentigan yang lain. Percayakan Kepada Kami "BELANJA ONLINE"anda, insyaAllah Kami AMANAH dan Barang Anda Kami Jamin Sampai Pada Tujuan. Terima Kasih Banyak Atas Kunjungan Anda.
PRODUK TERBARU

TOKO ONLINE "BUMI BAROKAH" LAYANAN PRIMA DAN TERPERCAYA

Grosir Batik Tulis Madura Murah, Jual Kain Batik Tulis Sumenep, Batik Tulis Pamekasan, Batik Tulis Bangkalan dengan Berbagai Motif yang Terbaru, dan Dapat Anda Pesan Sesuai dengan Selera yang Anda Suka.

Jenis Pewarnaan Batik

JENIS PEWARNAAN BATIK
 

Jika kita berbicara tentang  warna batik, tentunya kita akan menemukan banyak batik di setiap daerah memiliki ciri warna yang berbeda.

Contohnya saja batik berasal dari tengah pulau atau daerah pedalaman pada umumnya memiliki warna batik yang solid dan lebih matang sedangkan batik dari daerah pesisir dibuat dengan paduan warna cerah. Hal itu dikarenakan warna batik cenderung menyiratkan sikap sosial masyarakat yang ada di daerah. Masyarakat pedalaman pada umunya lebih kental kekeluargaannya serta tertutup. Sedangkan masyarakat di wilayah pesisir cenderung terbuka sebab mereka memiliki kesempatan bertemu dengan berbagai kelompok masyarakat yang datang ke kota pelabuhan untuk berniaga.

Proses pewarnaan batik ini dari masa kerajaan jaman dulu memang sengaja dilakukan dengan menggunakan zat warna tekstil dan sampai sekarang belum ada sedikitpun yang berubah. Zat pewarna batik adalah zat warna tekstil yang dapat digunakan dalam proses pewarnaan waktu pembuatan batik itu sendiri, baik dilakukan dengan cara pencelupan maupun dilakukan secara coletan pada suhu kamar sehingga tidak merusak lilin sebagai perintang warna pada kain yang sedang di lakukan untuk pembuatan motif-motifnya.

Sebenarnya tidak semua pewarna tekstil dapat digunakan untuk mewarnai batik, ada beberapa sifat khusus antara lain :
  • Pewarnaan batik dikerjakan tanpa pemanasan , karna batik menggunakan lilin batik. 
  • Pada umunya lilin batik tidak tahan terhadap alkali kuat.
  • Dari tahap pekerjaan terakhir dari proses membatik, terdapat  tahap menghilangkan lilin (lorodan) dengan air panas, tapi tidak semua cat tahan terhadap rebuasan air lorodan.

Secara umum zat pewarna batik dibagi menjadi 2 yaitu :
 

A. Zat Pewarna Alami


Zat pewarna alami adalah zat warna yang diambil dari bahan-bahan alam seperti dari hasil ekstrak tumbuh-tumbuhan atau hewan.

Bahan pewarna alam yang bisa digunakan untuk tekstil dapat diambil pada tumbuhan bagian Daun, Buah, Kulit kayu, kayu atau bunga. Sampai saat ini tumbuhan penghasil warna alam sudah ditemukan sekitar 150 jenis tumbuhan yang diteliti oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta.

Berikut beberapa tanaman yang bisa dijadikan pewarna alami pada pewarnaan batik :
  1. Morinda citrifolia (Jawa: pace, mengkudu) menghasilkan warna merah dari kulit akar. 
  2. Ceriops condolleana (Jawa: tingi), Pelthopherum pterocarpum (Jawa: jambal) dan Cudrania javanensis (Jawa: tegeran) menghasilkan warna soga yang dihasilkan oleh tiga jenis tanaman yang digabungkan atau diekstrak bersama-sama antara dicampur menjadi satu dari kayu atau kulit kayunya.
  3. Indigo (Indigofera tinctoria) tanaman perdu yang menghasilkan warna biru. Bagian tanaman yang diambil adalah daun/ranting.
  4. Kelapa (Cocos nucifera) bagian yang dijadikan bahan pewarna adalah kulit luar buah yang berserabut (sabut kelapa). Warna yang dihasilkan adalah krem kecoklatan.
  5. Teh (Camelia sinensis) bagian yang diolah menjadi pewarna adalah daun yang telah tua, dan warna yang dihasilkan adalah cokelat.
  6. Secang (Caesaslpinia Sapapan Lin) jenis tanaman keras yang diambil bagian kayu, untuk menghasilkan warna merah. Warna merah adalah hasil oksidasi, setelah sebelumnya dalam pencelupan berwarna kuning.
  7. Kunyit (Curcuma domestica val) Bagian tanaman yang diambil adalah rimpang, umbi akar, yang menghasilkan warna kuning.
  8. Bawang Merah (Allium ascalonicium L) Bagian bawang merah yang digunakan sebagai bahan pewarna adalah kulit dan menghasilkan warna jingga kecoklatan. 
B. Zat Pewarna Buatan 


Zat warna buatan atau sintesis yang dibuat melalui proses reaksi kimia dengan bahan dasar arang batu bara atau minyak bumi yang merupakan hasil senyawa turunan.

Berikut beberapa tanaman yang bisa dijadikan pewarna alami pada pewarnaan batik :

    Zat warna naphtol Zat warna napthol terdiri dari komponen sebagai komponen dasar dan komponen pembangkit warna yaitu : garam diazonium atau disebut garam napthol. Untuk melarutkan zat warna napthol menggunakan kostik soda. Napthol yang banyak dipakai dalam pembatikan antara lain : Napthol AS.G, Napthol AS.BO, Napthol AS, Napthol AS.BR, Napthol AS.D, Napthol AS.LB,  Napthol AS.GR,  Napthol AS.BS.Ciri-ciri Naphtol :

  • Tidak berwarna dan tidak larut dalam air (dibutuhkan soda api) 
  • Merupakan zat warna adjektif (butuh zat lain untuk membangkitkan warna).
  • Warna yang dihasilkan tergantung jenis garam naphtol pada saat coupling.
  • Pada saat intermediate time bahan kain naphtol peka terhadap udara, cahaya, tetesan cairan lain, uap kimia, sehingga harus dalam kondisi kering pada saat akan di-coupling
    Zat warna Indigosol, Zat warna indigosol memiliki beberapa sifat dasar yaitu, Memiliki warna dasar muda dan mudah larut dalam air dingin, Setiap warna disebutkan pada zat warna Indigosol dengan tambahan kode di belakangnya, Bisa digunakan untuk Pencelupan atau Pencoletan, Warna yang timbul melalui proses oksidasi langsung di bawah sinar matahari atau dengan zat asam. Sifat Indigosol yang mudah larut pada air dingin memudahkan untuk dilakukan proses pencelupan Batik yang notabene tidak bisa bersentuhan langsung dengan air panas karena menggunakan zat perintang lilin yang tidah tahan panas. Ada 4 tahap dalam proses pencelupan kain Batik pada pewarna yang menggunakan zat warna Sintetis, khususnya Indigosol. a. Tahap Persiapan Zat Pewarna b. Tahap Persiapan Kain Batik c. Tahap Pencelupan/pewarnaan Kain Batik d. Tahap Finishing/fixasi Kain Batik

    Zat warna rapid, Zat warna rapid biasa dipakai untuk  coletan jenis rapid fast.  Zat warna ini adalah campuran dari komponen  naphtol dan garam  diazonium yang distabilkan, biasanya paling banyak dipakai  rapid merah, karena warnanya cerah dan tidak ditemui di kelompok indigosol.
 

    Zat Pembantu adalah zat yang digunakan sebagai penyempurnaan proses pembatikan. Antara lain :   
  1. Caustic soda atau soda api digunakan untuk mengetel mori atau melarutkan lilin batik. 
  2. Soda Abu atau Na2CO3, digunakan untuk campuran mengetel(mencuci), untuk membuat alkali pada air lorodan (proses pengelupasan lilin) dan untuk menjadi obat pembantu pada celupan cat Indigosol.
  3. Turkish Red Oil digunakan untuk membantu melarutkan cat batik atau sebagai obat pembasah untuk mencuci kain yang akan di cap.
  4. Teepol digunakan sebagai obat pembasah, misalnya untuk mencuci kain sebelum di cap.
  5. Asam Chlorida atau air keras digunakan untuk membangkitkan warna Indigosol atau untuk menghilangkan kanji mori.
  6. Asam sulfat atau asam keras digunakan untuk membangkitkan warna Indigosol.
  7. Tawas digunakan sebagai kancingan atau fixeer pewarna tumbuhan.
  8. Kapur digunakan untuk melarutkan cairan Indigo.
  9. Obat ijo atau air ijo digunakan agar pewarna mempunyai ketahanan pada proses pengelupasan lilin.
  10. Minyak kacang digunakan untuk mengetel (mencuci) mori sehingga mori menjadi lemas dan naik daya serapnya.
       

Jenis-Jenis Malam Untuk Membatik

JENIS-JENIS MALAM UNTUK MEMBATIK


Malam atau lilin adalah salah satu dari bahan baku yang sangat penting dalam proses pembuatan kain batik. Malam adalah komponen untuk membuat motif batik, yang memiliki fungsi untuk menutup bidang-bidang sesuai motif supaya tidak terkena warna atau mempertahankan warna agar tidak terwarnai dalam pemberian warna berikutnya.

Bahan utama malam adalah lilin lebah (bee wax) yag tentunya diperoleh dari sarang-sarang lebah. Setelah melalui beberapa proses pembuatan kemudian lilin dijual dalam bentuk bongkahan/batangan atau tergantung pembuatnya mau di pres seperti apa setelah itu di jual kepada pengusaha atau pengrajin batik. Dalam pengolahan malam batik para pengerajin memiliki teknik pegolahan malam yang cenderung dirahasiakan.

Berikut beberapa jenis Malam untuk Membatik :
   
    Lilin Batik Tembokan
   
    Lilin tembokan ini di memfaatkan untuk menjaga agar kain bergambar motif dapat dirintangi secara sempurna.
   
    Ciri – ciri batik ini antara lain :
   
    1. Saat dipanaskan lilin ini cukup lama untuk dapat cair 2. Jika tidak dijaga kestabilannya cepat sekali membeku 3. Lilin ini mudah melekat sehingga daya ikatanya kuat 4. Tahan terhadap larutan Alkali 5. Sukar Lepas dari rendaman air sehingga sangat sulit untuk dilorod 6. Kelebihanya tidak meninggalkan bekas ketika selesai proses lorodnya.
       
    Lilin Batik Tutupan
   
    Lilin tutupan (biron) digunakan untuk menutupi warna motif tertentu yang dipertahankan pada kain setelah proses celup atau dicolet
   
    Ciri-ciri batik ini anatara lain :
   
    1. Mudah mencair dan membeku 2. Mudah dilorot 3. Daya lekat cukup kuat 4. Tidak tahan terhadap alkali

     Lilin Batik Klowong Lilin
   
    Batik Klowong digunakan untuk menutupi ragam hias dan desain batik yang dilakukan secara rengreng dan nerusi (bolak-balik di dua sisi kain). Kerangka motif yang memakai lilin batik ini merupakan isen-isen untuk penghias dan ornamen pada kain batik, seperti cecek, sawut, dll
   
    Ciri-ciri batik ini anatara lain :
   
    1. Mudah encer saat dipanaskan 2. Cepat membeku bila tidak dijaga kestabilan panas pada suhu kompor 3. Dapat membuat garis motif yang tajam 4. Daya Lekatnya cukup kuat sama seperti Lilin Tembokan 5. Lilin ini tidak tahan terhadap laruta alkali 6. Mudah sekali dilorod dan tidak meninggalkan bekas setelah proses pelorotan 7. Lilin jenis ini mudah sekali hancur dan remuk bila tidak hati-hati dan memberi perlakuan yang salah pada batik
   

Macam-Macam Kain Untuk Membatik

MACAM-MACAM KAIN UNTUK MEMBATIK 
 


Indonesia adalah salah satu dari bagian negara yang memiliki jenis tekstil yang sangat banyak, sebab Indonesia adalah negara tropis yang memiliki banyak tumbuhan yang bisa dimanfaatkan untuk industri tekstil.

Oleh sebab itu, banyak jenis kain yang dapat digunakan untuk membatik. Pemilihan untuk kain batik sering dikaitkan dengan kepentingan, siapa yang memakai, serta berapa besaran biaya yang yang kita keluarkan.

Kekayaan batik di Indonesia sangat tidak mungkin untuk ditandingi oleh negara lain. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia terus berkonsentrasi mengembangkan batik untuk berbagai kepentingan yang memiliki nilai ekonomis ini, selama indonesia masih mampu untuk mecukupi kebutuhan pasar, selama itu juga batik indonesia tidak mungkin bisa tertandingi oleh negara lain.

Jenis kain yang digunakan untuk membatik ada bermacam-macam. Kainnya juga bermacam-macam mulai yang terbuat dari bahan sutera, katun prima, primisima, polisima, dobi, paris atau shantung. Macam-macam jenis kain tersebut berbeda-beda tekstur ataupun bahan dasarnya, tentangung dari jenis kainnya itu sendiri, misalnya
seperti yang akan kami jelaskan satu persatu dibawah ini :

    Kain Katun
   Kain katun adalah jenis kain yangn sering digunakan dalam membatik. Terdapat beberapa tingkatan dalam kain katun ini, Kain Katun Primisima lebih bagus dari pada Kain Katun Prima sedangkan Kain Katun Polisima adalah merupakan Kain Katun yang paling bagus. Sementara Kain Katun juga ada tingkatan dari yang tipis, lebih halus, tebal, paling tebal dan halus. Semua tergantung dari campuran serat kapas yang dipakai dalam pembuatan kain tersebut.
   
    Kain Shantung
    Kain Shantung memiliki tekstur lentur, halus dan dinding. Seperti Kain Katun, kain Shantung juga memiliki beberapa tingkatan mulai dari yang tips hingga tebal. Ada satu kekurangan dari kain ini yaitu serat kainya lebih tipis dibandingkan kain katunnya.
   
    Kain Dobi
   Perlu kita ketahui bahwa Kain Dobi bisa juga dikatan sebagai kain yang setengah sutera. Terdapat beberapa tingkatan dalam kain ini, seperti halnya katun  prima dan primisima. Ciri khas kain ini terletak pada tekstur kasarnya. Meski pada Kain Dobi yang paling halus sekalipun, ketika kita sentuh maka jenis kain ini akan merasakan serat-serat kasar yang menonjol dan cenderung kasar. Inilah keistimewaan kain dobi.
   
    Kain Paris
    Kain ini memiliki tekstur lembut dan jatuh. Bahan tipis namun memiliki serat kain yang kuat. Seperti halnya kain yang lain kain jenis paris ini juga memiliki tingkatan yang berbeda.
   
    Kain Sutera
   Kain Sutera terbuat dari serat filament yang terbentuk dari protein yang dihasilkan oleh ulat-ulat sutera. Sutra yang paling umum adalah sutra yang berasal dari kepompong yang dihasilkan larva ulat sutra murbei yang diternakan. Kain ini memiliki tekstur yang halus, lembut tapi tidak licin, juga sangat nyaman saat dipakai dan terlihat eksklusif. Karena berasal dari serat hewan alami dan benar-benar sangat kelihatan naturalnya, oleh karena itu harga jenis kain sutra ini tergolong cukup mahal.
   
    Kain Serat Nanas
    Kain Serat Nanas ini juga memiliki tekstur hampir mirip dengan Kain Dobi. Kainya mengkilap biasanya terlihat sulur-sulur. Hampir semua kain memiliki tingkatan dari yang paling kasar sampai yang paling halus, semua itu tergantung dari pencampuran bahan dasar saat pembuatan kain itu sendiri.
   

Mengenal Batik Cap Lebih Dekat

MENGENAL BATIK CAP LEBIH DEKAT


Batik Cap adalah merupakan salah satu batik yang proses pembatikannya memakai canting cap. Canting cap hampir mirip dengan stempel, hanya saja bahannya pada umunya tebuat dari bahan khusus yaitu terbuat dari tembaga pilihan dan dimensinya lebih besar, rata-rata 20x20 cm.

Canting ini terbuat dari lempengan kecil bahan tembaga membentuk motif atau corak di salah satu permukaannya. Dalam hal ini pembuatanya pun dilakukan oleh orang yang memang ahli di bidangnya. Permukaan canting sengaja memakai bahan lempengan tembaga yang tipis dikarenakan sifat tembaga yang lentur dan mudah di atur sesuai dengan motif yang kita inginkan, dan juga mudah dibuat pola-pola lain dan tahan panas.

Pada mulanya canting cap hanya digunakan untuk pola atau motif pinggiran saja, kini canting cap digunakan untuk mencetak pola pada seluruh permukaan kain  yang mau kita cap. Dengan cara seperti ini akan dihasilkan pekerjaan lebih cepat dan mudah serta hasil dari produksi juga lebih banyak, efektif dan efisien.

Proses pengecapan tentu saja tidak sederhana dan semudah seperti apa yang kita kira selama ini, meski proses capnya acap kali orang bilang lebih mudah di banding dengan proses pembuatan batik tulis, tentu saja dalam proses pembuatan batik cap ini juga butuh keahlian dan ketelatenan. Pengecapan dilakukan bebearapa kali tergantung jumlah warna yang dikehendaki. Tiap pengrajin batik cap yang ingin menghadirkan warna tertentu pada batik maka bagian lain yang tidak diwarnai ditutup dengan malam. Proses pemalaman ini akan diikuti dengan proses pelorodan, yaitu proses melepaskan lilin dari permukaan kain.

Proses pembatikannya pun sama dengan menggunakan canting tulis. Semakin banyak warna yang dibutuhkan semakin sering proses pemalaman, pencelupan, dan pelodoran dilakukan. Namun dari sisi kerumitan, ketelitian, dan kesinambungan keseluruhan coraknya,hasil dari batik cap tidak sebaik dan sehalus batik dengan canting tulis.

Proses membatik terbagi atas tahap pemalaman, pewarnaan, dan penghilangan malam. Tahap-tahap tersebut didahului oleh persiapan kain yang harus memenuhi kualitas kehalusan, daya serap serat kain terhadap zat warna, daya tahannya terhadap zat kimia dan perubahan suhu. Kelebihan batik cap ini selain pengerjaannya lebih cepat, juga dapat membuat batik dengan motif yang sama secara massal atau bersama-sama dalam jumlah yang banyak. Dan hal tersebut tidak dapat dilakukan dalam batik tulis. Selain itu batik cap memiliki harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan batik tulis.

Bahan Dan Peralatan Pembuatan Canting Cap

BAHAN DAN PERALATAN PEMBUATAN CANTING CAP


Canting Cap merupakan canting yang digunakan untuk motif batik yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak dan dalam bentuk yang sama. Secara umum batik cap dibuat untuk pakaian seragam, kain panjang dan sarung. Batik ini juga dippakai untuk produk rumah tangga seperti sprei, taplak meja, korden jendela, kadang juga batik cap ini di buat dekor pada waktu acara resmi.

Batik cap biasanya memakai variasi warna yang beragam sehingga terlihat banyak variasi.Tujuan pembuatan batik dengan canting cap yang lain ialah untuk kesamaan atau kemiripan bentuk dan kualitas motif pada kain dan proses waktu untuk memproduksinya juga lebih cepat dan biayapun juga lebih murah dibandingkan dengan batik tulis yang menggunakan canting tulis.

Bagian-bagian canting cap:
  • Siliwer / andang 
  • Ancak-ancak
  • Klowongan
  • Gagang
Macam-macam canting cap :
  • Canting cap rakitan 
  • Canting cap ceplokan 
  • Canting cap buk
  • Canting cap pasung
Peralatan membuat canting cap :
  • Cupit 
  • Kikir
  • Gunting pelat 
  • Tang 
  • Mindahan besi
  • Gayung gondo
  • Kramik
  • Palu
  • Kipas
  • Jangka
  • Baskom
Bahan material canting cap :
  • Pelat tembaga 
  • Pelat seng
  • Seng
  • Gondo
  • Serbuk patri 
  • Pareng

Pembuatan Batik Cap

PEMBUATAN BATIK CAP


Tidak seperti batik tulis yang proses pembuatanya memakai canting, pada proses pembuatan batik cap alat yang dipakai ialah cap. Mari kita ingat kembali di artikel sebelumnya. Canting ini terbuat dari lempengan kecil bahan tembaga membentuk motif atau corak di salah satu permukaannya. Permukaan canting memakai bahan lempengan tembaga tipis dikarenakan sifat tembaga yang lentur, mudah dibuat pola dan tahan panas. Memiliki dimensi 20 x 20 cm.


Berikut kami akan membahas tentang proses pembuatan batik cap : 
  1. Kain Mori diletakkan di atas meja dengan alas menggunakan bahan yang empuk. 
  2. Malam direbus hingga suhu 60-70°C. 
  3. Cap dicelup ke dalam malam yang sudah cair, taetapi hanya 2 sm saja dari bagian bawah cap.
  4. Lalu kain mori di cap dengan tekanan yang cukup agar menghasilkan motif yang rapi. Pada proses ini cairan malam akan meresap pada pori-pori kain mori. 
  5. Lalu selanjutnya ialah proses pewarnaan dengan mencelupkan kain mori yang sudah di cap ke dalam tangki yangberisi cairan pewarna. 
  6. Kain mori direbus agar cairan malam yang menempel hilang dari kain. 
  7. Kemudian proses Pengecapan-Pewarnaan-Perebusan diulangi kembali jika ingun memberi kombinasi beberapa warna. 
  8. Setelah itu, proses pembersihan dan pencerahan warna dengan memakai soda.
  9. Proses terakhir ialah penjemuran, kemudian distrika agar terlihat rapi.

Proses pembuatan batik cap ini lebih cepat dibanding dengan proses pembuatan batik tulis karena untuk pembuatan motifnya menggunakan cap (stempel) yang lebar, jadi proses pembuatan batik seperti sangat mudah dan tanpa proses waktu yang lama. Jika dibandingkan dengan proses pembuatan batik tulis yang menggunakan guratan-guratan canting tentunya batik cap sangat lebih mudah. Tapi kita juga harus mengakui bahwa kedua jenis batik tersebut juga mempunyai keunikan tersendiri.

Cara Pembuatan Batik Tulis

CARA PEMBUATAN BATIK TULIS


Batik Tulis adalah bagian dari sebuah proses awal membatik dengan menorehkan cairan malam melalui alat yang biiasa di kenal dengan nama "canting tulis". Dengan proses pembuatan yang mirip dengan batik cap. Berikut ini akan kami jelaskan langkah-langkah bagaimana caranya dalam pembuatan batik tulis yang benar dan baik.

Cara Yang Mudah Dalam Pembuatan Batik Tulis

  • Pertama kita membuat motif di permukaan kain dengan menggunakan pensil atau biasa disebut dengan “Molani”. Motif yang kerap digunakan di Indonesia sendiri adalah batik klasik (banyak bermain dengan simbol-simbol) dan batik pesisiran (natural seperti gambar kupu-kupu, bunga, burung, pepohonan dll). 
  • Setelah motif selesai, nyalakan kompor/anglo. Kemudian cairkan malam. Biarkan api tetap menyala kecil.Lukis motif dengan lilin(malam) memakai canting dengan mengikuti pola yang telah kita buat sebelumnya. Pada proses ini gawangan difungsikan untuk menyampirkan kain mori. Melukis lilin ke kain untuk yang pertama kali biasa diseut dengan “ngengkreng”.
  • Selanjutnya, menutupi dengan lilin malam pada motif atau ornamen . Tujuanya supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan tidak terkena. 
  • Ambil sedikit malam cair dengan menggunakan canting, tiup-tiup sebentar agar tidak terlalu panas, lalu goreskan canting dengan mengikuti motif. Hati-hati jangan sampai malam menetes diatas permukaan kain karena bisa-bisa hasil dari motif dari kain batik yang kita buat menjadi kotor tidak lagi indah dilihat, karna dapat mempengaruhi hasil motif batik sedang kita kerjakan. Tahap ini adalah pewarnaan pertama atau biasa disebut dengan “medhel”.
  • Setelah semua motif yang tidak ingin diwarnai tertutup malam, proses selanjutnya adalah proses pewarnaan. Proses pewarnaan yang pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dilakukan dengan mencelup kain pada warna tertentu.
  • Siapkam bahan pewarna di dalam ember, kemudian celup kainya kedalam larutan pewarna. Kain dicelup dengan warna yang dimulai dengan warna-warna muda, dilanjutkan dengan warna yang lebih tua atau gelap nantinya.
  • Setelah selesai proses pewarnaan kemudian kain tersebut dijemur dan dikeringkan.
  • Selanjutnya ialah proses nglorod, pada proses ini kain yang telah berubah warna tadi direbus dengan air panas. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan lapisan lilin sehingga motif yang telah digambar menjadi terlihat jelas.
  • Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan lagi proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan canting) untuk menahan warna berikutnya.
  • Dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua ,pemberian malam lagi, pencelupan ketiga dst.Misalkan dalam satu kain diinginkan ada 5 warna maka proses diatas tadi diulang sebanyak jumlah warna yg diinginkan berada dalam kain tersebut satu persatu (Proses membuka/nglorot dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan).
  • Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke campuran air dan soda ash untuk mematikan warna yang menempel pada batik, dan menghindari kelunturan. 
  • Proses terakhir adalah mencuci / direndam air dingin dan dijemur sebelum dapat digunakan dan dipakai, waktu menjemurnya sebaiknya jangan di jemur di bawah sinar matahari langsung.

SEARCH

Memuat...

ADVERTISER

Toko Online Bumi Barokah merupakan salah satu agen resmi berbagai macam produk Batik Madura berkualitas dengan harga terjangkau. Anda tidak perlu keluar jauh-jauh pergi ke toko hanya untuk keperluan membeli baju dll. Semuanya dapat anda lakukan dengan mudah hanya dari depan komputer, tanpa harus membuang waktu dan menguras tenaga yang semestinya waktu dan tenaga anda masih bisa anda manfaat untuk kepentigan yang lain.